KAIDAH KAUSALITAS DAN DOA
![]() |
| Ust. Felix Siauw - Kaidah Kausalitas dan Doa |
1. seringkali ummat salah paham tentang perkara2 ghaib, dan akhirnya meniadakan sunatullah sebab-akibat dalam perbuatannya
2. memaknai takdir, dan qadha Allah secara sempit, dan mereduksi masalah, seolah semua bisa diselesaikan dengan amalan dan doa tertentu
3. "apa amalan supaya anak sy lulus sekolah?" "apa amalan supaya dia naksir ke saya?" "apa amalan supaya jerawat ilang?" masya Allah
4. sy tidak mengatakan doa tidak penting, melainkan sangat penting sekali, tpi bukan berarti itu adl pembenaran utk tinggalkan kausalitas
5. misalnya, Rasulullah memang pernah bersabda, bahwa "habbatussauda adl obat sgala pentakit" namun bukan berarti kausalitas ditinggalkan
6. bila metode pengobatan Islami hanya dibatasi "madu, bekam dan habbatussauda" tentu ulama2 takkan susah payah kembangkan ilmu bedah, dll
7. mereduksi masalah, masalah baru kita >> "apa ya solusi kemiskinan" >> "doa aja" | "apa solusi palestina?" >> "shalawat" subhanallah..
8. seandainya amalan dan doa saja cukup, tentu Rasulullah tak payah memakai 2 lapis baju zirah saat berjihad, dan tak repot siapkan strategi
9. siapa yg lebih yakin akan pertolongan Allah dibanding Rasulullah? namun itu tak membuat beliau saw hanya mencukupkan pd doa dan shalawat
10. beliau mengasah pedang, mengatur barisan pasukan, menyiasat strategi >> bukan takut mati, melainkan ajarkan kita kaidah kausalitas
11. Rasul ajarkan bahwa setiap akibat memerlukan sebab yang khas, bukan dipukul rata dengan perkara ghaib amalan dan doa saja
12. bila ingin jerawat hilang ya datangilah dokter, bila ingin dapat kerja ya melamar kerjalah, bila ingin menang perang maka berpikirlah
13. adapun amalan dan doa, itu perkara yang lain, bukan perkara yang dimasukkan dalam beroikir sebab-akibat
14. umar pernah temui org yg menganggap dirinya bertawakal, hanya shalat dan doa di masjid, umar melarangnya dan menyuruhnya bekerja
15. dlm setiap akibat yg kita inginkan, Rasulullah meminta kita berserius mengerjakan sebabnya, bukan bergantung pada yg ghaib
16. ketika ada shahabat yg tak mengikat untanya karena alasan "saya tawakal", Rasul ucap "ikatlah lalu bertawakallah!"
17. artinya tawakal itu justru dengan melakukan kausalitas, org yg perang namun tak bawa senjata bukan tawakal, yg bersenjara itulah tawakal
18. saya yakin bila Allah berkehendak apapun bisa terjadi, namun Allah mengajarkan kita bahwa pikiran kira harusnya terpusat pada kausalitas
19. mungkin karena menyedarhanakan masalah ini kita jadi kurang gairah meneliti dan menganalisis, lebih tertarik pada doa dan amalan
20. seandainya doa dan amalan adl solusi atas semua masalah, tentu Al-Qur'an takkan turun selengkap ini, dan Rasul tak perlu bicara panjang
21. bila amalan dan doa cukup, tentu ulama tak bersusah tulis ribuan kitab, jutaan risalah dan milyaran penemuan sains
22. sekali lagi, sy tak katakan doa tak penting, sebaliknya, ia sangat penting, bagi orang2 yg mengusahakan sebab yg benar utk capai akibat
23. dan sy ingatkan pula, bahwa doa tanpa jalankan kaidah kausalitas sama buruknya dengan orang yang jalankan kaidah kausalitas tanpa doa
